Kamis, 24 Januari 2019

Hatiku Kapas Putih - Interpretasi Tembang Kenangan dari lagu Jangan Pernah Berubah (Marcell)



Oh, cintaku kumau tetap kamu
Yang jadi kekasihku
Jangan pernah berubah
Selamanya kan kujaga dirimu
Seperti kapas putih di hatiku
Takkan kubuat noda

  Setiap kenangan punya caranya sendiri untuk kembali diputar dan diingat dalam pikiran. Kadangkala lewat suasana, tempat tertentu, wewangian, atau lagu yang pernah terjadi dan berlangsung pada saat itu. Kenangan indah dan tak terlupa, selalu saja membuat hati rindu dan berkhayal andai waktu bisa diulang dan kembali ke masa lalu. Ingatan itu akan berlayar, mengembara, mencari sesosok tubuh yang dulu pernah sangat dekat dan lekat selalu.

   Lewat lantun nada dan baris lirik “Jangan Pernah Berubah” dari Marcell, seketika membuatku memasuki sebuah ruang masa lalu, di mana hanya ada dia dan segala kenangan indah bersamanya. Sekumpulan kisah yang pernah terjalin, baik yang bahagia maupun nelangsa. Awal pertemuan yang tidak terduga, sampai perpisahan pahit yang harus ditelan bersama.

   Kurang lebih tiga menit lagu itu berputar, tetapi dampaknya di pikiranku akan selalu membekas sampai kurang lebih tiga hari, atau mungkin lebih. kenangan itu takkan bosan mampir, takkan lelah menghanyutkanku ke dalam lautan memori panjang. Seperti seseorang yang menggedor pintu ketenangan, terkadang kenangan bisa sangat memaksa, hingga sangat menjengkelkan dan sulit diabaikan. Baiklah, sepertinya sampai di sini nostalgianya hehe, akan aku akhiri cerita ini dengan bait-bait sajak  “Hatiku Kapas Putih”.

Hatiku Kapas Putih

Hatiku kapas putih
kau noda-noda yang siap mengotori
setiap jejaknya kurintih “jangan berhenti”
sedang kau bosan menerima yang tak pasti
lalu kau mulai bersekutu dengan waktu
membiarkanku sendiri berkalut-kalut
kau mengerak dalam bentang jarak
aku menghitung helai-helai duka berserak

pernah kau tiup seluruh nelangsaku   
yang tersisa dari air mata itu secercah senyum
kau ajarkan bagaimana menghitung bintang
menengadahkan punggung tangan pada hujan
dan juga kesunyian panjang dari perpisahan

aku kapas putihmu
diam-diam mengambil noda
dan memaksamu kembali menjejakinya.


 #katahatiproduction #katahatichallenge

Marcell- Jangan Pernah Berubah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar